Scroll untuk baca artikel
Berita

*Razia dan Tes Urine Bersama APH, Lapas Banyuasin Perkuat Pengawasan Keamanan*

Avatar photo
40
×

*Razia dan Tes Urine Bersama APH, Lapas Banyuasin Perkuat Pengawasan Keamanan*

Sebarkan artikel ini

Banyuasin, 15 September 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin melaksanakan operasi gabungan bersama Aparat Penegak Hukum (APH) di Blok Kamar Hunia Lapas Kelas IIA Banyuasin, Selasa (15/9/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut Arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan sebagai upaya memperkuat pengawasan serta mencegah peredaran handphone dan narkotika di dalam lapas.

Operasi gabungan melibatkan pejabat struktural dan pegawai Lapas Banyuasin bersama unsur APH, yakni Polsek Pangkalan Balai, Koramil 430-01 Pangkalan Balai, dan BNN Kabupaten Banyuasin. Kegiatan dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) Lapas Kelas IIA Banyuasin.

Petugas melakukan pemeriksaan pada kamar hunian warga binaan dengan sasaran utama handphone dan narkotika. Dari hasil pemeriksaan, petugas mengamankan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam kamar hunian. Sementara itu, dari kedua kamar hunian yang menjadi sasaran pemeriksaan tidak ditemukan handphone maupun narkotika.

Sebagai langkah deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika, kegiatan dilanjutkan dengan tes urine terhadap 50 orang, terdiri atas 10 pegawai dan 40 warga binaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh peserta dinyatakan negatif narkotika.

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Reza Meidiansyah Purnama, melalui Plh Kepala Lapas, Indra Wijaya, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan pimpinan sekaligus bagian dari komitmen Lapas Banyuasin dalam memperkuat pengawasan dan deteksi dini.

“Operasi gabungan ini kami laksanakan sebagai tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan untuk memperkuat pengawasan terhadap handphone dan narkotika di lingkungan lapas. Kami juga terus mengedepankan sinergi dengan Aparat Penegak Hukum dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Hasil tes urine yang seluruhnya negatif menjadi bagian dari upaya deteksi dini yang akan terus kami lakukan secara berkala,” ujarnya.

Barang hasil pemeriksaan selanjutnya didata dan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Lapas Banyuasin juga terus memperkuat pengawasan terhadap kamar hunian serta melakukan langkah pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *